• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum04122020

Last updateJum, 04 Des 2020 2am

BJB

Ekonomi

Di Era AKB, Bank bjb Dorong UMKM Tangguh

seminar daring nasional (webinar)

Kuningan Terkini - PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) terus mendorong dan menstimulasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar mampu bangkit kembali pada era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Di Indonesia, selama ini UMKM berkontribusi terhadap 60% ekonomi nasional. Bahkan, lebih dari 90% lapangan kerja diciptakan UMKM.

Besarnya kontribusi UMKM terhadap negeri, melatarbelakangi digelarnya seminar daring nasional (webinar) bertajuk UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasan Baru, pada Rabu, 1 Juli 2020. Webinar yang digelar Bank Indonesia Jabar ini diikuti hampir 1.000 peserta.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menjadi salah satu guest speaker, bersama Kepala DKSP Bank Indoensia Filianingsih Hendarta dan CEO and Founder Creativepreaner Event Chief Experience Officer Putri Tanjung. Acara dibuka oleh Kepala BI Jabar Herawanto dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Keynote Speaker Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang diwakili oleh Asisten Deputi Permodalan Fixy. Acara dipandu oleh Diana Sari dari Unpad.

Dalam paparannya, Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi mengatakan, sektor UMKM yang selama ini mengandalkan penjualan harian, sangat terdampak pandemi, karena daya beli dan akses masyarakat yang terbatas. Dengan demikian, mereka yang memiliki kewajiban pembiayaan juga ikut ter-dampak. Kondisi ini juga berimbas pada semua sektor, termasuk perbankan.

“Namun, hasil riset terbaru menunjukkan masyarakat percaya ekonomi akan pulih pada akhir 2020. Walaupun, pelaku usaha harus tahu adanya pola perubahan pengeluaran masyarakat. Misalnya kecenderungan menunda dan memilah belanja untuk kebutuhan penting,” katanya.

Mencermati hal itu kata Yuddy, bank bjb telah menyiapkan sejumlah skema dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi sektor UMKM. Salah satunya mendukung program prioritas pemerintah daerah dalam bidang infrastruktur. Sementara bagi pelaku UMKM, bank bjb terus menggenjot penyaluran pembiayaan bjb Mesra. Program pembiayaan tanpa bunga yang dikembangkan melalui komunitas di rumah ibadah. Untuk pendampingan bagi UMKM, bank bjb memiliki bjb Pesat.

“Tahun ini, bank bjb juga mendapatkan alokasi KUR Rp 1 triliun. Pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong pelaku dapat kembali bangkit dan berkembang. Karena, KUR dibuat untuk pelaku usaha yang kredibel namun belum bankable,” imbuh Yuddy.

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pelaku UMKM di Jawa Barat bisa beradaptasi dengan perubahan ekonomi berbasis digital, pada masa adaptasi kebiasan baru (AKB). “Pandemi ini memberi kita pelajaran, bahwa kita harus siap dengan era disrupsi. Saya titip UMKM agar bisa memanfaatkan peluang disrupsi ini. UMKM harus memak¬sakan diri menggunakan sistem digital,” kata Emil.

Sebelum Covid melanda sambungnya, hanya 17% UMKM di Jabar yang telah berbisnis secara digital. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan persentase nasional yang masih diangka 13%. Mari segera hijrah dengan menggunakan digitalisasi untuk bisnis, untuk kejar potensi yang luar biasa di Jawa Barat.

“Sementara, upaya yang kami lakukan, diantaranya mempermudah bahan baku, modal, memperlancar produksi dan distribusi, stimulasi daya beli, menaikkan omset penjualan,” paparnya.

Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, selama ini UMKM biasa menjadi bumper ekonomi nasional juga daerah. Namun akibat pandemi, mereka beralih atau berhenti beroperasi untuk sementara waktu karena belanja konsumen turun. Sementara UMKM 60% berkontribusi terhadap ekonomi nasional dan 90% mampu merekrut tenaga kerja. Di Jabar kontribusi UMKM sangat besar.

“Sehingga penting mendorong UMKM, karena menjadi tumpuan 45 juta penduduk Jabar. Upaya BI, salah satunya melakukan langkah peningkatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi. UMKM yang menjalankan bisnis secara digital dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh