Kuningan Terkini - Setelah 2 tahun terakhir mengembalikan mandatnya sebagai ketua DPW Partai Nasdem Jabar ke Surya Paloh, kini Eka Santosa sepenuhnya bergiat di lingkungan hidup. Mantan Ketua DPRD Jabar (1999 – 2004) dan Ketua Komisi ll DPR RI (2004 – 2009) bakal mencanangkan Gerakan Hejo untuk mengantisipasi kondisi lingkungan di Jabar yang sudah sangat parah tingkat kerusakannya.
“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kondisi lingkungan di Jabar sudah sangat parah tingkat kerusakannya. Lihat saja hutan, sungai, dan industrialisasi yang merusak keseimbangan alam ada dimana-mana. Ini sangat memprihatinkan,” kata Eka, Senin (23/11/2015).
Ujaran Eka yang dianggap keras dalam hal kondisi lingkungan ini, dalam dua kesempatan terakhir kerap diperhatikan khalayak. Manakala digelar Deklarasi Pemuda Padjajaran 2015 di Unpad Training Center Jl. Dago No 4 Bandung, 19 November 2015, keprihatinan ini diungkapkan dengan lantang dihadapan beberapa tokoh Jabar lainnya. Hadir kala itu Tjetje Hidajat Padmadinata, Iwan Sulanjana, dan tokoh lainnya.
”Saya dukung pencanangan Eka Santosa tadi. Seharusnya, kita tak sekedar berwacana lagi soal lingkungan hidup ini. Saatnya bertindak langsung,” kata Tjetje tanda setuju atas prakarsa Gerakan Hejo. Selain itu, keprihatinan Eka tentang kerusakan lingkungan hidup di Jabar diungkapkan saat memberikan pembinaan pada Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa pada 19 November 2015. Dihadapan puluhan siswa SMAN 1 Bandung, kembali Eka mengungkapkan niatannya.
”Rabu, 25 November 2015 pukul 09.00, akhirnya akan dicanangkan Gerakan Hejo. Ini menanggapi kondisi lingkungan di Jabar dalam 10 tahun terakhir. Jabar, khusus di lingkungannya sudah darurat. Harus ada tindakan segera, mengatasi ini,” terangnya.
Dalam tuturannya kepada Kuningan Terkini, Eka menjelaskan, berdasarkan kajiannya dengan DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) yang dikendalikan Mantan Gubernur Jabar, Solihin GP, Prof. Sobirin dan Prof. Mubiar Kartasasmita.
”Ada 600.000 ha hutan yang rusak di Jabar kini. Belum lagi sungai, hutan, dan tata ruang di Jabar kini awut-awutan. Ini sangat menyedihkan,” ucapnya.
Sementara, salah seorang yang ditunjuk sebagai panitia, Johan menjelaskan, menurut rencana, pada hari Rabu, 26 November 2015 pukul 09.00 WIB di Alam Santosa, Gerakan Hejo bertajuk Jabar Darurat Lingkungan akan dicanangkan. Sejumlah tokoh lingkungan di Jabar seperti Solihin GP, Dadan Ramdan, Walhi Jabar, berbagai ormas dan pemerhati lingkungan, direncanakan akan hadir.
“Kami sudah siapkan undangan sekitar 500 orang. Ini minimal, mungkin akan lebih banyak. Penyebabnya, dari berbagai pelosok Jabar akan hadir pada pencanangan ini,” ujar Johan. (Harri Safiari/Shahadat Akbar)