Kuningan Terkini- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih berlanjut hingga Sabtu (24/10/2026). Setelah sedikitnya 1.000 personel gabungan dikerahkan pada puncak operasi, kini petugas memfokuskan penanganan pada penyisiran kepulan asap dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, perkembangan penanganan menunjukkan kemajuan. Meski pemantauan satelit tidak lagi menunjukkan titik api, petugas masih menemukan kepulan asap di sejumlah lokasi yang harus ditangani.
“Progresnya cukup baik. Dari awal 13 titik api, kemudian menyusut menjadi 10, lalu 7 titik. Per hari ini, berdasarkan pantauan satelit, titik api sudah nol. Namun, masih ada beberapa kepulan asap yang tetap kita kejar untuk melaksanakan pendinginan,” katanya saat memberikan keterangan di pos penanggulangan karhutla kawasan Balai Kambang, Kecamatan Pasawahan.
Indra menjelaskan, pengerahan personel mencapai puncaknya pada Kamis dan Jumat. Jumlah petugas yang mengikuti apel mencapai lebih dari 800 orang, kemudian bertambah menjadi 974 orang. Setelah memperhitungkan personel tambahan dan petugas yang bersiaga di lapangan, jumlah keseluruhan diperkirakan menembus 1.000 orang.
“Termasuk rekan-rekan yang setiap malam bersiaga, itu juga sangat membantu. Ada yang bergerak pada siang hari dan ada juga yang malam hari, supaya memudahkan pemantauan dan melihat titik api,” katanya.
Memasuki Sabtu, jumlah personel yang diefektifkan menjadi sekitar 300 orang. Mereka dibagi ke dalam tiga tim, yakni sektor Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang (BSB). Setiap tim bertugas menyisir kawasan terdampak, memeriksa kepulan asap, serta melakukan pendinginan dan pemadaman apabila kembali ditemukan titik api.
“Sekarang teman-teman di lapangan masih berjibaku. Kita menyisir titik-titik yang masih ada kepulan asap, melakukan upaya pendinginan, dan mengambil tindakan pemadaman apabila ditemukan titik api,” ungkap Indra.(BB)