• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam28052020

Last updateKam, 28 Mei 2020 6pm

BJB

Aneka

Dendam Membawa Petaka (Cerbung Bag 1)

Foto ilustrasi

Penulis: Abun Burhanudin

Suasana di sebuah pemakaman masih terlihat berkabung. Orang orang baru selesai menguburkan Jenazah Hj. Yuliana, salah seorang warga di kampung ini. Satu satu persatu mereka mulai meninggalkan pemakaman. Tinggal Anisa (17) putri Almarhumah, yang masih terlihat bersimpuh di sisi kuburan. Wajahnya terlihat sedih.

Air matanya mengalir deras di pipinya. Bahkan sekali kali terdengar suara jeritan histerisnya. Wajar memang kalau Anisa harus benar benar merasa terpukul. Betapa tidak, sekarang dia harus hidup sebatangkara. Pak Sucipto, ayahnya, sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Sedangkan Rossi, kakak kandungnya, sekarang entah berada di mana. Sejak Rossi kawin lari dengan Suganda, sekarang dia entah berada di mana.

Tak pernah ada kabar beritanya. Anisa dan Hj. Yuliana beberapa kali pernah mencarinya ke mana mana. Tapi tak juga menemukannya. Akhirnya Rossi pun dianggap hilang. Namun, gara gara itu Hj. Yuliana kemudian jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Teringat hal itu, Anisa pun jadi timbul dendam. Dia berfikir, bahwa kematian ibunya, gara gara kelakuan kakak kandungnya. Dada Anisa bergetar penuh amarah.

Terdengar dia kembali berteriak histris Hampir setengah jam lebih, Anisa masih terlihat duduk bersimpuh di sisi kuburan. Dadanya masih terasa sesak penuh dendam. Tiba-tiba terasa ada yang memegang pundaknya. Anisa menengok, ternyata di belakangnya sudah berdiri Arman (20th), cowok yang selama ini mencintai Anisa. Tapi Anisa tidak pernah mau menerima cinta Arman dengan alasan dia takut ibunya yang sering sakit sakitan tidak akan terurus.

Walau begitu, Arman tetap membuktikan ketulusan cintanya. Terbukti sampai saat ini dia masih terus saja memberikan perhatian penuh sama Anisa . Akhirnya hati Anisa pun mulai luluh. Dia merasa bahwa Arman lah satu satunya orang yang tetap berada di sampingnya, saat dirinya mengalami kesedihan dan keterpurukan. Sikap Anisa kepada Arman mulai berubah. Yang tadinya selalu mengindar, kini dia sangat membutuhkan keberadaan Arman.

Anisa juga tidak menolak saat Arman mengajaknya menemui kedua orang tuanya. Kepada kedua orang tuanya, Arman pun lalu mengenalkan Anisa sebagai calon istrinya. Namun lagi lagi cinta Arman kepada Anisa harus menghadapi benturan. Tak disangkanya, kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Bahkan mereka sampai tega berbicara kasar dan melecehkan Anisa. Anisa dianggap gadis miskin, yatim piatu, yang tidak punya masa depan.

Anisa dianggap mau menjadi istri Arman hanya untuk memanfaatkan kekayaan Arman saja. Buktinya kalau kamu mau sama Arman, kenapa tidak dari dulu saja.. Sekarang giliran kamu sudah jatuh miskin baru mau menerima cinta Arman.. bla.. bla.. bla.. Begitulah omongan orang tua Arman kepada Anisa. Anisa kembali merasa terpukul. Hidupnya terasasudah tidak harganya lagi. Arman berusaha meyakinkan Anisa, bahwa apapun yang terjadi, dia akan selalu mencintai Anisa. Bahkan kalau perlu, Arman bersedia untuk kawin lari.

Tapi Anisa sudah kadung merasa sakit hati. Dia sudah tidak mau lagi mendengar omongan Arman. Di lingkungan warga, Anisa juga sudah menjadi bahan ledekan dan gunjingan orang orang. Betapa tidak, kabar tentang dirinya yang mau menikah dengan Arman sudahkadung menyebar. Anisa semakin merasa sedih dan terhina. Saking tak tahannya, dia pun akhirnya nekad pergi meinggalkan kampungnya. Bersambung……..

Add comment


Security code
Refresh