• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum03042020

Last updateJum, 03 Apr 2020 12am

BJB

Aneka

Kutukan Ular Hitam - Tamat

Abun Burhanudin

Oleh: Abun Burhanudin

Rohani menjerit histeris. Dia mau nekad kembali ke tempat pengungsian sebelumnya. Tapi para warga mencegahnya. Rohani akhirnya pasrah. Dalam hatinya benar-benar sedih, karena sudah kehilangan suami juga anak kesayangannya. Dua puluh tahun kemudian Keadaan sudah kembali normal. Rohani dan Mulus (sudah dewasa) sudah tinggal lagi di kampung halamannya. Namun begitu, Rohani belum bisa melupakan peristiwa memilukan itu. Dirinya masih merasakan kehilangan suami dan anak ke sayangannya.

Sejak saat itu, Rohani dan Mulus hidup serba kekuarangan. Saud yang selama ini menjadi tulang punggungnya telah tiada. Rohani terpaksa harus banting tulang bekerja serabutan untuk mencari nafkah.Mulus yang kini sudah dewasa merasa iba melihat keadaan ibunya. Suatu ketika dia meminta ijin untuk pergi ke kota mencari pekerjaan. Semula Rohani tidak mengijinkan karena dia tidak ingin lagi kehilangan orang yang dicintainya. Tapi Mulus memaksa. Akhirnya Rohanipun mengijinkan.

Mulus sudah berada di Jakarta. Hidup seperti gelandangan tidur di mana saja. Tapi tidak pernah putus asa. Dengan penuh semangat dirinya terus mencari pekerjaan. Hingga suatu ketika, Mulus akhirnya diterima bekerja oleh Haji Gunawan, seorang pengusaha kaya. Dia diangkat menjadi supir pribadi yang bertugas untuk antar jemput Metha (15), anak semata wayang Haji Gunawan. Baik Haji Gunawan maupun Hj Marfuah memperlakukan Mulus dengan baik. Bahkan karena rajin dan salehnya, mereka sampai menganggap Mulus sebagai anaknya sendiri.

Namun beda halnya dengan Metha. Cewek ini sepertinya menganggap risih kehadiran Mulus. Seringkali dia berbuat semena-mena dan memperlakukan Mulus dengan sangat kasar. Tapi Mulus tetap sabar. Haji Gunawan merasa kesal dengan sikap anaknya. Diapun sering bilang ke Mulus agar bisa memaklumi sifat Metha. Sementara itu, di luar rumah Metha hidup dengan pergaulan bebas, ala anak muda sekarang. Dia punya pacar yang bernama Dino, seorang pemabuk dan menjadi biang reseh. Tapi karena saking cintanya, Metha tidak mempedulikan semua itu.

Sebaliknya, Dino merasa senang. Karena dengan begitu, dia bisa bebas memeras duit Metha. Suatu ketika, Metha ketahuan hamil. Tentu saja Haji Gunawan dan Hj Marfuah merasa sedih dan dipermalukan. Setelah tahu kalau yang membuat Metha hamil adalah Dino, Haji Gunawanpun segera mencarinya. Sayang, Dino sudah kabur entah kemana. Perut Metha semakin lama semakin membesar. Haji Gunawan dan Hj. Marfuah benar-benar merasa bingung. Gimana caranya menutupi aib tersebut.

Akhirnya Haji Gunawan meminta Mulus agar mau menikahi Metha. Mulus merasa iba. Akhirnya diapun menyetujuinya. Merekapun lalu menikah. Pernikahan Mulus dan Metha benar-benar membuat Hji Gunawan dan Hj. Marfuah merasa bahagia. Betapa tidak, selain aibnya akhirnya tertutupi, Mulus juga lambat laun mampu merubah watak Metha. Yang tadinya pemarah, dan egois sekarang menjadi penyabar. Bukan hanya itu saja, kini Methapun jadi rajin shalat dan ibadah lainya. Ternyata Mulus bukan hanya sayang terhadap Metha saja, bahkan kepada anak Metha yang sebenarnya bukan darah dagingnyapun, Mulus tetap menyayanginya.

Hal ini membuat Metha benar-benar merasa bahagia menjadi istri Mulus. Hingga akhirnya setahun kemudian merekapun benar-benar punya anak. Lengkap sudah kebahagiaan mereka. Suatu ketika, Mulus merasa rindu kepada ibunya, Rohani. Dia meminta ijin ke Metha untuk membawa Rohani ke rumah mereka. Metha setuju. Mulus senang. Besoknya, diapun pergi untuk menjemput ibunya. Kehadiran Rohani di rumah Metha semakin menambah keceriaan bagi mereka. Antara Rohani dan Methapun tampak sangat akrab.Suatu ketika, Rohani sedang menyisir rambut Metha.

Alangkah kagetnya dia saat melihat sebuah tanda dibalik rambut menantunya tersebut. Dadanya berdebar hebat. Fikirannyapun melayang ke masa lalu. (Saat Saud, suaminya memberi tanda di leher bagian belakang Nursipah, bayinya yang telah hilang) “Tidak.. ini tidak mungkin terjadi” dalam hati Rohani. Tanda dibalik rambut Metha terus menghantui fikiran Rohani. Suatu ketika diapun menemui Haji Gunawan dan Hj. Marfuah menanyakan siapa sebenarnya Metha. Karena terus didesak, Haji Gunawan akhirnya menceritakan semuanya. Menurutnya, Metha sebenarnya bukan anak kandungnya. Dia mengambilnya dari seorang relawan Gunung Galunggung.

Mendengar itu, Rohani benar-benar sock. Dia yakin kalau Metha adalah Nursipah anak kandungnya yang hilang saat peristiwa Gunung Galunggung meletus.Haji Gunawan dan Hj. Marfuah balik kaget dan sock. Mereka bilang, Metha dan Mulus harus segera dipisahkan. Tidak boleh melanjutkan rumah tangga. Apapun alasannya, dosa hukumnya saudara kandung menikah. Haji Gunawan, Hj. Marfuah dan Rohani segera menemui Mulus dan Metha, lalu menceritakan semuanya. Alangkah kagetnya kedua pasangan suami istri tersebut. Bahkan saking socknya, Metha langsung berlari ke jalan menabrakan dirinya ke mobil. Sementara Mulus yang tak tahan merasa sedih, akhirnya mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. Tamat

Add comment


Security code
Refresh