• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab20062018

Last updateSel, 19 Jun 2018 11pm

Profil

Ini Sosok Inspiratif Pendiri APDHI, DR. Yuyut Prayuti, SH, MH

DR. Yuyut Prayuti, SH, MH

Kuningan Terkini - Dalam hidup ini, tidak terlalu penting menjadi apa atau mengukur kesuksesan seseorang dari jabatan dan materi. Demikian sepenggal kalimat yang disampaikan salah satu pendiri Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (APDHI), DR. Yuyut Prayuti, SH, MH kepada Kuningan Terkini, Jum’at (15/12/2017).

Pandangan ini kata alumni SMAN Kuningan angkatan tahun 1982, membuat banyak orang tersesat. Lebih memprihatinkan lag,i ada rang yang mengukur dan memberi penghormatan berdasarkan kepemilikan harta dan jabatan yang hanya sementara. Bahkan, tidak sedikit yang membatasi pergaulannya, hanya kepada kalangan tertentu yang dianggap sederajat.

“Kita tidak perlu mempersoalkan pengakuan hanya karena harta atau jabatan. Yang terpenting, apa yang kita lakukan, bermanfaat untuk diri sediri dan orang lain,” kata Yuyut, pituin asli Kuningan yang telah sukses meniti karirnya.

Dengan kesederhanaan dalam kesehariannya, serta perjuangan tidak kenal lelah, tidak heran jika wanita paruh baya yang masih terlihat cantik ini, dipercaya menduduki posisi penting di sejumlah organisasi. Hebatnya lagi, Yuyut merupakan salah satu pendiri Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (APDHI). Tercatat di akte notaris, dari 5 pendiri APDHI, dua diataranya dari Kuningan, yaitu, DR. Yuyut Prayuti, SH, MH dan DR Lur Liona Supriatna.

“APDHI didirikan dan disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, No AHU-0014154.AH.01.07.Tahun.2017, tanggal 3 Oktober 2017,” ucapnya.

APDHI sambung Yuyut, dibentuk dengan semangat mangabdi untuk kepentingan masyarakat bangsa dan Negara, berdasarkan Pancasila serta dilandasi dengan nilai-nilai kemanusian. APDHI berkomitment ikut berkontribusi terhadap terciptanya supremasi hukum di Indonesia serta mendorong terwujudnya masyarakat adil dan makmur.

“Utamanya, demi terwujudnya organisasi Profesor dan Doktor Hukum Indonesia yang mandiri, maju, terkemuka dan profesional dan berkemampuan menjadi pemikir di bidang hukum dalam system hukum yang benar dan berkeadilan,” pungkasnya.(j’ly)