• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel16072019

Last updateSen, 15 Jul 2019 10pm

Politik

Rana Dicium Acep, Sinyal Bersatunya Kader PDIP?

Momen Acep mencium kening Rana Suparman.

Kuningan Terkini - Kampanye Akbar partai berlogo kepala banteng diwarnai aksi tak terduga ketika pelipis kiri Rana Suparman dihadiahi ciuman oleh Acep Purnama ditengah orasi politik Ketua DPC PDIP yang juga Ketua DPRD Kuningan ini. Ribuan masa yang memadati lapangan Ragasakti, Setianegara, Cilimus pada Jumat (12/04/2019), sontak bergemuruh menyambut kemesraan kedua tokoh PDIP yang paling berpengaruh di seantero Kuningan.

Mereka menampilkan keakraban dan menjadi isyarat bersatunya kedua tokoh yang akan bersinergis di PEMILU 2019. Diawal orasinya, Rana menyebutkan satu persatu tokoh PDIP yang hadir di kampanye akbar tersebut, tak terkecuali Acep Purnama. "Yang saya hormati, kader terbaik kita Pa Haji Acep Purnama, S.H.... berdiri dong Pa Acep berdiri... ini senior saya," ajak Rana disusul aksi Acep bangkit dan seketika mencium Rana Suparman.

Dalam lanjutan orasinya, Rana mengecek kesiapan masa di 5 Daerah Pemilihan, dirinya meminta teriakan masa yang mewakili tiap-tiap Dapil. Menurutnya, kemenangan Acep Purnama - M Ridho Suganda di Pilkada 2018, akan dibuktikan pula dengan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 17 April.

Dianjurkannya untuk memilih Jokowi disampakan Rana dengan beberapa argumen penting. Dirinya berpendapat, hanya Jokowi yang sanggup mengembalikan kekayaan negara yang sebelumnya dikuasai oleh swasta dan asing. Yakni Newmon, Prokam, Mahakam, dan yang fenomenal saat ini pemerintah telah menguasai mayoritas saham tambang emas PT FREEPORT.

"Pak Jokowi adalah kader PDI Perjuangan, Pak Jokowi adalah penganut ajaran bung Karno Marhaen. Dan kita adalah kaum marhaen yang siap memenangkan Pak Jokowi - Ma'ruf, kader di seluruh dapil harus bersatu" ujarnya.

Seluruh kader pun diwajibkan datang ke TPS pada Rabu 17 April yang menurutnya adalah tindakan "Babakti ka lemah cai" mewujudkan negara yang berdaulat dan berbhineka tunggal ika. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-9261411056447335",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>