• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen10122018

Last updateSen, 10 Des 2018 8am

Politik

Cabup Toto Akui Sebagai “Penyuap”

Sujarwo

KUNINGAN TERKINI- Pengakuan berani Cabup Nomor Urut 1 dr Toto Taufikurohman Kosim terkait kejadian suap menyuap, pada proses perizinan Rumah Sakit Kuningan Medical Center (KMC) di salah satu media cetak lokal, cukup mengejutkan banyak pihak. Bukan terkejut karena adanya penerima suap, melainkan penyuapnya adalah dirinya sendiri sebagai Direktur KMC.

Pernyataan Cabup yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) inipun, bisa menjadi bumerang. Pengamat Politik, Sujarwo, menilai pernyataan Cabup Toto tentang pernah melakukan penyuapan kepada birokrat di jajaran Pemkab Kuningan terkait perizinan operasional Rumah Sakit KMC yang dipimpinnya, dapat dijadikan pintu masuk oleh aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman.

“Penegak hukum harus segera masuk disini. Tentu agar pernyataan tersebut, tidak bernilai fitnah. Sudah seharusnya juga dr Toto berani membuka jati diri birokrat yang telah disuapnya,” terang Sujarwo, kepada KaTer, Senin (09/04/2018)

Kalaupun terbukti dalam mengurus izin operasional RS yang dipimpin dr Toto, telah melakukan penyuapan kepada jajaran birokrat yang berkompeten. Dalam hal ini perizinan operasional RS. "Bukankah pihak tersuap dan penyuap sama resikonya di mata huku," tanya dia

Apa yang telah dilakukan dr Toto pada satu sisi akan mendapat nilai positif karena keberaniannya mengungkap perilaku negatif oknum birokrat penerima suap, tetapi disisi lain hal tersebut juga beresiko hukum pada dirinya sebagai pelaku penyuapan.

“Orang bijak bilang apa yang dilakukan dr Toto, ibarat menapuk air di dulang. Akibatnya dirinyapun ikut keciprat, basah kuyup,” sindir Sujarwo.

Seperti diketahui, dalam Konsolidasi Relawan Batok di Desa Kawah Manuk, yang dimuat di media lokal, Cabup Nomor Urut 1 dr Toto bercerita kesulitan mendapat izin untuk mendirikan rumah sakit, sebuah bisnis yang kental dengan misi kemanusiaan dan keadilan sosial. Saking sulitnya menembus birokrasi untuk mendapat perizinan, kata Toto, Ia harus melakukan perbuatan yang sangat dia benci. Yakni suap.

“Dalam mendirikan Rumah Sakit KMC ini, saya melakukan perbuatan yang sangat saya benci. Yaitu suap,” aku dr Toto terang-terangan./han

Add comment


Security code
Refresh