• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen20112017

Last updateSen, 20 Nov 2017 7am

Politik

Pilkada Kuningan, Dudy-Udin Adakan Pertemuan

Ketua PAN Kuningan, H Udin Kusnaedi SE

Kuningan Terkini - Sejumlah elit DPD Partai Golkar dan DPD PAN Kuningan dikabarkan melakukan agenda pertemuan didampingi para calon bupatinya. Pertemuan itu pun, secara tidak langsung menepis kabar pemakaten H Mamat Robby (MR) dengan H Udin Kusnaedi MSi yang digadang-gadang sebagai Paslon (pasangan calon) Pilkada 2018.

Saat dikonfirmasi terkaiti kabar pertemuan tersebut, Ketua DPD PAN Kuningan H Udin Kusnaedi MSi sekaligus calon bupati dari PAN tidak menepis kabar tersebut. Bahkan Jiud sapaan akrabnya itu mengaku, Selasa (17/10), bahwa komunikasi politik akan terus dilakukan dengan parpol manapun.

“Jadi dengan siapapun kami baik, kami menjalin komunikasi. Karena tujuan kami, PAN tidak ingin bermusuhan dan tidak ingin mencari musuh, tujuannya kami bagaimana caranya parpol ini bisa membangun masyarakat Kabupaten Kuningan yang lebih baik kedepan,” katanya.

Namun dalam pertemuan itu kata Jiud, belum ada obrolan khusus soal pemasangan maupun pemaketan untuk Pilkada 2018 nanti.

“Kami sahabat dengan Pak Dudy, sama-sama dia punya usaha, sama-sama aktif di politik, belum ada obrolan kearah sana. Kami akan secepatnya mendeklarasikan calon, dan kami akan secepatnya berkoalisi pasangan, ingat koalisi pasangan bukan koalisi partai,” terangnya. Dirinya menegaskan, hingga saat ini pun poros Koalisi Umat yang telah dibangun masih dalam posisi aman dan kondusif. Isu pecahnya Koalisi Umat itu pun, dinilai tidak mendasar dan tanpa fakta yang jelas.

“Intinya, urusan Pilkada kami dekat dengan siapapun, dengan MR kami dekat dengan semua kandidat parpol kami dekat. Dengan siapapun kemungkinan itu bisa terjadi, kecuali tidak akan terjadi dengan partai yang sudah mendeklarasikan pasangan, itu tidak mungkin,” tandasnya.

Oleh sebab itu kata Jiud, komunikasi politik akan terus dibangun dengan parpol manapun. “Dengan siapapun kami berkomunikasi, dengan siapapun kami berbicara, tidak ada larangan manusia itu berhubungan dengan PAN. Ketika parpol ada larangan menyekat diri tidak boleh berkomunikasi dengan orang lain, itu salah, apapun itu bisa terjadi, tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.

Dirinya menyadari, bahwa PAN saat ini hanya memiliki delapan kursi di parlemen. Oleh sebab itu, maka PAN juga membuka diri terhadap partai lain dalam berkoalisi. (yan)

Add comment