• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab17112018

Last updateSab, 17 Nov 2018 7pm

Politik

Ini Figur Moral Negarawan Sejati

Calon Anggota DPRD RI dapil X jabar, DR H Agus Suparman, SE, MM

Kuningann Terkini- Hampir setengah abad dalam hidupnya, sang Jenderal Partai Nasdem, Surya Paloh berkecimpung dalam politik. Bagi pria kelahiran Aceh ini, apa yang dilakukamya dalam dunia politik, merupakan ekspresi idealisme yang dimilikinya. Jika apa yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran, sebuah jalan yang tepat akan dipertahankan dengan segala konsekwensinya. Keberanian menghadapi konsekwensi itu adalah sebuah nilai tersendiri, terutama bagi seorang pemimpin.

Menurut Calon Anggota DPRD-RI Dapil jabar X, DR H Agus Suparman, SE, MM, sikap semacam ini telah lama pudar oleh kekerdilan pikiran yang salah dalam memaknai kekuasaan. Kekuasaan dipandang sebatas sarana untuk memperkaya diri, meluaskan pengaruh dan seterusnya. Bukan untuk mentrasformasikan idealisme, ideologi politik menjadi perikehidupan bersama.

“Perlahan, sikap terhormat itu sudah mulai kembali dan syukurnya datang dari pemimpin nasional saat ini. Dimana komitmen dan keberanian ditunjukan Presiden Jokowi dalam mengambil keputusan sulit. Misalnya terkait kenaikan harga BBM, mobil nasional, eksekusi hukuman mati dan yang paling menyedot perhatian adalah kasus perselisihan Polri dan KPK,” kata Agus kepada Kuningan Terkini, Kamis (02/08/2018).

Pemerintahan Jokowi kata Agus, bisa mengembalikan rasa percaya diri sebuah bangsa. Salah satunya kebijakan menghukum mati gerbong narkoba. Ada beberapa negara yang protes dan menarik duta besarnya dari Indonesia. Kejadian ini tidak membuat presiden Jokowi goyah, apalagi takut,

“Jokowi tetap teguh dengan pendiriannya. Inilah yang dimaksud bang Surya Paloh, yaitu sikap yang menumbuhkan sikap respek dari pihak lain,” terangnyna.

Sikap idealisme seorang Surya Paloh terang Agus, dituangkan dalam manifesto Partai Nasdem, yaitu menolak demokrasi yang sekedar merumitkan tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahteraan umum,

“Kami menolak demokrasi yang hanya melahirkan rutinitas sirkulasi kekuasaan tanpa kehadiran pemimpin yang berkualitas dan layak diteladani, Kami menolak negara yang meninggalkan perannya dalam pemenuhan hak warga negara.” pungkasnuya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh