• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Jum19072019

Last updateJum, 19 Jul 2019 3pm

Hukum

Pasca Lebaran, Pemohon SKCK dan SIM Membludak

Pemohon SKCK dan SIM saat antri di Mapolres Kuningan.

Kuningan Terkini- Pasca Lebaran 1440 H, tepatnya hari pertama masuk kerja, pemohon SKCK dan SIM di Mapolres Kuningan membludak. Pemohon SKCK dan SIM rela antri di ruang pendaftaran, ruang test tulis dan halaman uji praktek, Senin (10/06/2019).

Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan SIK melalui Kasat Intel AKP Iwan Rasiwan MH kepada awak media, Senin (10/6) menuturkan, hari pertama membuka pelayanan di Intelkam Polres khususnya penerbitan SKCK cukup tinggi. Bahkan, personil pelayanan untuk membantu administrasi pemohon SKCK harus ditambah.

“Ini rutin setiap tahun, selama saya menjabat empat tahun disini pasti pemohon SKCK ramai usai lebaran. Kebanyakan memang mereka ingin melamar kerja di luar Kuningan, sehingga membuat SKCK dulu sebagai persyaratan lamaran pekerjaan, ‘’ ujarnya.

Dia menyebutkan, ada sekitar 300 pemohon SKCK dalam satu hari pelayanan. Pemohon SKCK harus mengisi blangko yang tersedia agar diisi biodata diri sesuai dengan identitasnya. ‘’Iya kita ada blangko yang harus diisi oleh pemohon SKCK, disitu juga kan ada catatan kriminal. Jadi kalau ada catatan kriminal, itu harus diisi oleh pemohon dan kalau tidak ada ya tidak diisi, ‘’ tandasnya.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi lanjutnya, diantaranya fotokopi KTP, fotokopi KK, dan pas foto 4x6 berlatar belakang warna merah. Setelah itu para pemohon juga harus melakukan sidik jari sebagai salah satu syarat penerbitan SKCK.

‘’Kalau yang sudah pernah sidik jari, langsung saja kesini. Lalu untuk biaya penerbitan SKCK sesuai PP nomor 60 tahun 2016 senilai Rp30 ribu, itu PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) nanti kita setor ke kas Negara,” terangnya.(Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh